Kamis, 09 Mei 2013

Bromo 9 Mei 2013

Kebetula istri rekreasi ke Bali dengan sekolahya, akhirya aku merencanakan ke Bromo. Yang jadi masalah, ke Bromo denga sepeda atau angkutan umum . Akhirnya , Kamis, 9 Mei 2013 Jam 04.45 wib setelah sholat subuh aku naik shogun kesayanganku menuju terminal Arjosari, langsung masuk parkir didepan pintu keberangkatan bus. Tepat jam 05.00 wib aku naik bus tentrem menuju Probolinggo. Tanpa ada hambatan dengan karcis bus Rp 14.000,- jam 07.45 wib sampai di Terminal Bus Bayuangga. Maunya aku cari Bison menuju arah Cemoro Lawang, Daerah paling dekat dengan Bromo, Tapi baru saja kaki turun dari bis , langsug ada seorang ojek menghampiriku, sambil menawarkan jasa. Dari pada aku harus nunggu bison ngetem, akhirnya aku setujui tawaran tukang ojek yang menawarkan ngantar menuju Bromo pulang pergi dengan tarip Rp 150.000,-, Langsung saya tawarkan Rp 200.000,- dengan tambahan Pasir berbisik dan Bukit Teletabis. Setelah ngisi perut dengan nasi pecel dekat terminal dan ketoilet, tepat pukul 07.55 wib kami ( tukang ojek dan saya) langsung meluncur ke cemorolawang-lautan pasir-Gunung Bromo, dengan jalan yang beraspal mulus. Yang jelas jalurnya jauh lebih bagus dibanding lewat nongkojajar. Jam 8.55 wib sudah nyampek cemoro lawang, langsung turun ke lautan pasir menuju parkiran sepeda motor dikaki gunung Bromo sekitar 15 menit. Dengan tawaran Rp 60.000 pp akau naik kuda sampai dibawah kaki tangga bromo. Inilah pengalaman pertamaku naik kuda, yang ternyata sangat sulit. Turun dari Kuda langsung naik tangga tangga dan setelah beberapa kali berhenti sekitar jam 09.50 sampailah dipuncak bromo. Setelah puas jepret sini jepret sana aku turun, bersih-bersih di toilet bromo, langsung tacap ke pasir berbisik dan Bukit tetetabis. Inilah perjalanan yang menegangkan, karena harus melewati padang pasir bromo, yang ketebalan pasirnya berbeda-beda, sehingga sopir ojek harus berkali-kali hampir terpeleset. Bahkan banyak pengendara yang jatuh dipasir. Kurang lebih memakan waktu 20 menit sampailah kami di bukit teletabis, kemudian jeprat-jepret sana-sini, jam 11.45 wib kami cabut langsung kembali keterminal bus Banyuagga Probolinggo. Kurang lebih jam 16.15 wib saya sudah kembali kerumah ( Malang) Biaya Pulang - Pergi Malang -Bromo Dengan Ojek di Probolinggo Malang-Probolinggo , Bus pulag pergi 2 XRp 14.000 = Rp 28.000 Makan nasi pecel dengan lauk tahu, tempe dan dadar telur + 2 btl Pocar = Rp 23.500 Ojek P-P Probolingggo-Bromo_pasir berbisik_Bukit Teletabis = Rp 200.000 + 20.000 Naik Kuda P-P dari parkir sepeda kekaki tanggga bromo = Rp 60.000 + 5.000 Roko Surja untuk pengojek + korek = Rp 13.500 Parkir sepeda di terminall arjosari = Rp 1.500 Total Pegeluaran Rp 328.000

Senin, 16 Juli 2012

PELAJARAN BERHARGA

Hari ini Selasa 17 Juli 2012 jam setengah satu siang, dengan kepala agak berat, tubuh lemas, perut terasa mual hampir 3 hari perut tak terisi apa apa sebab setiap benda masuk seperti mau dikeluarkan lagi. Pikiran terasa beban disekolah yang tidak aku laksanakan dengan kondisi semacam itu. Setiap hari hanya tidur, duduk, jalan ditempat dan tidur lagi. Semua sangat membosankan. Siang itu sedang asik asiknya menikmati kebosanan yang membuat strees dari tetangga sebelah terdengan suara salam anak kecil yang baru pulang sekolah, langsung pikiranku menerawang kembali kemasa lalu ketika anak ku masih kecil, anak satu-satunya, kelucuannya, keluguannya sangat menghibur, tapi kini masa itu sudah berlalu, walau ingin masa masa seperti itu kembali lagi. Manusia memang kalau mendapat rezeki sering lupa untuk berterima kasih, sedang kalau datang musibah yang ada hanyalah keluh kesah saja. Ya Allah berapa banyak nikmat yang telah engkau berikan kepadaku, mulai istri yang setia, anak yang berbakti, rezeki yang sangat mencukupi hidup ini dan masih banyak sekali, tetapi berapa kali aku bersukur kepadaMu Ya Allah ! Kini baru Engkau beri cobaan sakit ringan seperti ini, rasa keluh kesah hampir tak pernah berhenti. Ya Allah Jika sakit ini menurutmu lebih baik buatku berilah aku kesabaran Ya Allah terima kasih engkau telah memberi istri yang setia, baik dalam suka maupun duka. Ya Allah jadikanlah keluarga kami keluarga yang sakinah mawaddah warohmah, amin ya robbal alamin

Selasa, 10 Juli 2012

Pantai Ngliyeo

Malang, 4 Juli 2012 Dari Malang berangkat jam 19.00 wib, langsung menuju Panjen ( 18 Km ) keselatan menuju pagak , jalan lumayan bagus, cuma hati-hati ada pertigaan disana satu menuju balekambang satu pagak, dari pagak ke sumber manjin kulon, kemudian sebelum masuk Donomulyo ada pertigaan kearah Pantai. Jalan menuju pantai lumayan bagus. sebelum masuk beli karcir 3000 rp. dari tempat karcis kepantai ini jalan agak curam dan jalannya hancur total Pemandangan pantai laut selatan cukup menakjubkan, saran : supaya bisa menikmati semua pemandangan kondisi harus fit, karena banyak tempat menarik, mulai pantai panjang, teluk untuk mandi kemudian pulau kambang tempat semedi

Minggu, 01 Juli 2012

Awal Romadhon dan 1 Syawal 1433 H

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadhan 20 Juli Nasional 8/6/2012 | 18 Rajab 1433 H | Hits: 1.866 Oleh: Tim dakwatuna.com ________________________________________ Kendati pemerintah belum mengumumkan secara resmi menetapkan masuknya 1 Ramadhan 1433 Hijriah sebagai awal dimulainya ibadah puasa bagi umat Islam, jauh-jauh hari Muhammadiyah telah menetapkan 20 Juli merupakan jatuhnya awal 1 Ramadhan 1433 H. Wakil Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Sumatera Barat Bidang Hisab, Bahktiar, kepada Haluan, Kamis (7/6) mengatakan, PP Muhammadiyah telah menetapkan 20 Juli 2012 awal masuknya 1 Ramadan. Hal ini berdasarkan metode penetapan hisab yang menunjukkan Matahari telah terbenam terlebih dahulu dari pada 29 Sya’ban. “Tidak seperti biasa, tahun ini diprediksi terjadi perbedaan dalam menentukan awal 1 Ramadan. Biasanya Muhammadiyah dan pemerintah berbeda dalam menentukan 1 Syawal atau Lebaran. Namun sebaliknya, pada tahun ini akan terjadi perbedaan pada masuk 1 Ramadan. Sementara dalam penentuan 1 Syawal kemungkinan akan sama,” kata Bahktiar. Ia menjelaskan, perbedaan tersebut akan terjadi karena cara menentukan masuknya 1 Ramadan, Muhammadiyah menggunakan hisab. Sementara pemerintah menggunakan motode rhukyat. Saat Matahari tenggelam, ketinggian hilal hanya 1.3. Bagi Muhammadiyah, ini sudah memenuhi kriteria wujudul hilalnya. Sedangkan bagi pemerintah tetap merujuk imkanur rukyat di atas 2. Dikatakannya, sementara untuk merukhiyat pada 29 Sya’ban tidak dimungkinkan. Karena ketinggian hilal baru 1.3. Sementara pemerintah baru akan mengklaim berhasil melihat hilal pada tanggal 19 Juli setelah sidang itsbat. Oleh sebab itu, Muhammadiyah akan berbeda memulai 1 Ramadan dengan pemerintah. “Muhammadiyah akan memulai puasa tanggal 20 juli 2012. Sedangkan memulai salat taraweh tanggal 19 Juli,” katanya. Sementara itu dalam menentukan 1 Syawal 1433 H pada tanggal 19 Agustus 2012 pemerintah dan Muhammadiyah akan bersama-sama. Ini disebabkan bulan baru terjadi setelah lewat Maghrib hampir pukul 23: 00 WIB tanggal 17 Agustus, sehingga tanggal 18 Agustus bulan sudah sangat besar untuk dirukhyat hilal berada di kisaran ketinggian 6.8 ketika Matahari tenggelam. Bahktiar menambahkan, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar secara resmi akan meluncurkan Imsakiyah Ramadan 1433 H di gedung Dakwah Muhammadiyah Sumbar Jalan Sawahan No. 22 Padang, 16 Juli 2012. Imsakiyah besar sepanjang 4X6 meter akan di pajang pada dua tempat yaitu di Gedung Dakwah Muhammadiyah dan Masjid Muhammadiyah Kota Padang. “Launching Imsakiyah ini untuk menjadi acuan pelaksanaan ibadah Ramadan. Tidak hanya penetapan 1 Ramadan yang jatuh pada tanggal 20 Juli saja, juga menetapkan Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 19 Agustus 2011,” kata Bahktiar. Selain itu, Bahktiar juga mengimbau masyakat tidak mempersoalkan perbedaan yang terjadi. Tetapi juga mengambil hikmah dari perbedaan tersebut. Hal tersebut juga terjadi karena perbedaan metode yang digunakan. Dia juga mengajak warga masyarakat agar mengisi Ramadan nanti dengan melakukan amal ibadah sebanyak mungkin. Sementara itu, ketua persatuan Tarbiyah Islamiyah Sumbar H Boy Lestari mengatakan, untuk menentukan 1 Ramadan dan 1 Syawal, mereka tetap berpedoman kepada pemerintah. Ia berpendapat, terjadinya perbedaan tidak bisa dielakkan karena cara yang ditempuh oleh pemerintah dan Muhammadiyah berbeda. “Tidak perlu mempersoalkan perbedaan. Karena, masing-masing metode sudah memiliki dasar yang kuat. Sekarang tinggal bagaimana kita berpedoman terhadap apa keyakinan sudah kita pegang,” katanya. (dit/inilah) Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/06/20989/muhammadiyah-tetapkan-awal-puasa-ramadhan-20-juli/#ixzz1zMd20wf2 Prinsip Muhammadiyah, jika hilal sudah diatas ufuk ( matahari tenggelah lebih dahulu dibandingkan bulan), sekecil apapun, baik bisa dilihat atau tidak dengan mata, tapi sudah dapat dilihat dengan ilmu, seperti menentukan waktu waktu sholat kita tidak pernah merukyat tapi selalu dengan hisab atau dengan ilmu maka sudah dianggap bulan baru, dan itu pula keyakinan saya 1 Romadhon jatuh hari jum’at, 20 Juli 2012 Sholat Taroweh dimulai kamis, 19 Juli 2012 1 syawal jatuh pada hari Minggu, 19 Agustus 2012

Minggu, 24 Juni 2012

YOGYA 23-25 JUNI 2012

Libur telah tiba, libur telah tiba hore hatikugembira, dengan mendengar lagi ini aku dengan 3 bus ( bis 1 Mira, bis 2 Handoyo, bis 3 mini bui)berangkat keYogya dari lapangan sepakbola SMA Negeri 1 Lawang Kab. Malang Tepat hari Jum'at, 23 -6-2012 Jam 20.15 WIB (aku sendiri berada pada bus 2 bersama Ibu ibu guru ABG ( singkatan Awas ........ ) He he he. Sabtu, 24 Juni 2012 pukul 04.15 kami sudah melewarti candi Prambanan dan beberapa kilo kemudian kami berhenti di masjid yang lumayan bagus untuk bersih bersih sekaligus sholat subuh. pukul 07.30 masuk rumah makan untuk makan pagi pertama sambil mencari berita hasil pertandingan euro jerman lawan yunani. pkl 08.00 masuk candi borobudur puas melihat-lihat candi, naik delman keliling desa yang mengelilingi borobudur, pukul 12.00 cabut menuju kasongan tempat industri gerabah paling terkenal di Jogya, sebelumnya makan siang ( ke-2 ) di RM Paradise. Tidak tertarik dengan gerabah aku cuma duduk duduk saja. pukul 16.00 ke pantai parangtritis, tiba menjelang matahari tenggelam Dari Pantai langsung kehotel WISANTI jalan Taman Siswa Yogya yang sangat menyenangkan Nyampek dihotel bergabung dengan Bis 1 dan 3 mandi mandi makan malam langsung hilang kedunia mimpi karena tengah malam nonton kesebelasan vavorit ku spanyol-perancis. Minggu, jam 08.00 cabut dari hotel ke jalan malioboro. Mampir kabenteng Vandeburg yang sangat menawan diluar dugaan saya lalu jalan jalan , makan kecil langsung kekraton puas langsung ke bakpia java, makan siang di grafika yg menurut saya sangat pelit sekali masa putranya bu nuke yg tidak suka nasi minta nambah 1 biji lauk saja ditolat mentah mentah langsung cabut ke pasar klewer solo yang hampir tutup, kemudian mudik sambil mampi makan malam di RM Jawa Timu, nyampek di SMA N 1 lawang jam 02.00 wib, Dapat tunukan gratis B.Kesih ke Kota Malang Nyampek Rumah Masih sempat nonton sepak bola Inggris-Italia Satu yang pasti terlepas dari kekurangan dan kelebihan, perjalan ini sangat-sangat memuaskan, kalaupun ada kekurang yaitu aku brangkat sendiri tanpa didampingi istri tercinta. Semoga tahun depan ke Lombok dan harus dengan Istri Tersayang. Insya Allah Sampai jumpa tahun depak ke Lombok smoda do'a saya didengar Kepala Sekolah dan Waka Nya dan mendapat Ridho Dari Allah SWT Amin, Amiin Amiiiin

Selasa, 05 Juni 2012

MENGURUS PERPANJANGAN STNK 5 TH AN DI MALANG

Sekarang kalau mengurus perpanjangan STNK 5 tahunan di Malang agak rumit. Prosedurnya sebagai berikut : 1. Beli Formulir untuk cek fisik Rp 20.000 ( tempat dekat cek fisik) 2. Cek fisik ( nunggu agak lama karena yang antri banyak ) 3. parkir sepeda, sambil mengisi formulir, mengembalikan formulir disebelah pembelian formulir 4.Langsung ke Polres (depan RSU ) untuk meminta register nomer ( bayar 20.000) 5 Kembali ke Samsat beli formulir Rp 80.000 6. mengisi formulir baru menyerahkan keloket Cat : kelengkapan : BBKB asli, STNK asli, KTP asli ( semua di fc rangkap 4 )

Sabtu, 25 Juni 2011

Pengalaman Operasi Hernia

Pengalaman Operasi Hernia di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang
Jum’At 24 Juni 2011 Jam 08.10 – 09.00 WIB

Terus terang semangat untuk opersai hernia muncul dari google, itulah yang mengipirasi saya

Terutama dr Dr. Brotosari dan Lakshmi Nawasasi, tak lupa saya sampaikan terima kasih atas tulisan anda yang sangat membantu saya mudah-mudah Allah SWT selalui merahmati beliau berdua amiiin.


Inilah pengalaman saya

Senen, 20 Juni 2011
setelah maghrib istriku agak kaget ketika saya ajak kedokter untuk rujukan ke RSA Malang
Selasa, 21 Juni 2011
jam 8 pagi dengan bantuan tetangga ke RSA kepoli bedah yang langsung dirujuk untuk periksa darah dan roentgen semua berjalan lancer sehingga jam 9 saya dan istri kembali kerumah.
Rabu, 22 Juni 2011
jam 8 pagi kembali kepoli bedah langsung dirujuk untuk periksa jantung, kemudian kembali kepoli bedah. Dari hasil pemeriksa oleh dokter dirujuk untuk ngamar. Kembali jatah sayah kelas 1 tapi karena hari itu kelas 1 penuh kami ngamar di R.21 kelas 2 dan dijanjikan kalau kelas 1 ada yang kosong kami bias pindah.

Kamis, 23 Juni 2011
setelah sholat subuh dimasjid langsung kembali kekamar ternyata dokter sudah ada disitu, beliau menyatakan bahwa besok saya bisa operasi, bukan main senangnya mendengar hal ini terus terang beban terbesar dirumah sakit kapan operasi dilaksanakan.
Jam 8 pagi aku pindah kekamar kelas 1 yang menurut saya pribadi ndak begitu berbeda jauh dengan kelas 2
Jam 3 sore mendapat kabar kalau besok pagi operasi jam 1 dan harus puasa mulai jam 02.00 atau 6 jam sbelum operasi
Sehabis sholat maghrib di Masjid aku terkejut karena perawat dating langsung menginfus saya ini yang diluar dugaan saya. Sehingga mulai saat itu saya sudah tidak bisa kemana-mana. Untungnya perawatnya pandai-pandai sehingga jarum maupun yang dimasukkan tidak ada menyakitkan.

Jum’at , 24 Juni 2011, Jam 06.00 pagi aku disuruh siap-siap dantepat 1 jam kemudian aku diantar pakai kursi roda menuju ruang operasi (OK) setelah, disini juga kau agak kaget karena harus ½ jam dengan udara dingin dari AC, sehingga P. Sujianto dan P.Nurhadi yang kebetulan satu ruangan dengan aku dan kebetulan juga operasi bersama (masuk ruangan bersama) merasa agak tertekan semua.
Jam 07.45. tibalah saat yang mendebarkan aku dimasukkan kekamar opersai, dan semua ketegangan menjadi hilang semua, karena orang yang ada didalam ruang operasi sangat menyenangkan dan menyejukkan, sekali terimakasih kepada beliau-beliau yang telah membuatku menjadii tenang, dan dari mulut mereka selalu keluar kata-kata yang menyenjukkan yaitu setiap melaksanakan tindakan selalu meluncur kata maaf, maaf dan maaf ( semoga Allah SWT membalas amal perbuatan dengan surga , amiin)
Jam 8.10 petugas anestesi dengan kata maaf mulai membius aku melalui tulang punggung, setelah beberapa saat dari punggung kebawah terasa mati, aku ditawari mau tidur apa tidak, karena gak takut aku bilang tidur saja akhirnya beberapa detik aku sudah tertidur dan ketika bangun ternyata operasi hernia sedang berjalan dan tepat 09.35 aku sudah keluar ruang operasi tanpa rasa sakit sedikitpun.
Jam 09.50 aku sudah kembali kekamar inilah pekerjaan terberat karena harus telengtang 24 jam tanpa boleh mengangkat kepala, dengan kondisi tangan diinfus, saluran di kateter.
Sabtu, 25 Juni 2011 jam 08.00 pagi inilah kemerdekaanku, karena semua alat yang ada ditubuhku dilepas bahkan oleh dokter sudah diijinkan untuk pulang,
Oh ya semua yang kualami tidak ada satupun yang menyakitkan.
13.00 wib tiba dirumah setelah naik taxi., tapi siang hari ketika mau tidur aku merasa nggrege dan nyeri dari bekas opersai sehingga segera kumnum obat anti nyeri dan alhamdulillah sampai tulisan saya buat Minggu, jam11.20 aku dalam keadaan sehat wal afiat hany sering kencing saja. Semoga pengalaman ini bermanfaat bagi teman-teman amiin

Selasa, 09 November 2010

Peringatan Allah SWT

Minggu, jam 19.00 Aku berboncengan dg istri melewati jalan Merdeka Utara (alun-alun) kota Malang. Waktu itu hujan cukup deras. Tepat begitu aku belok dari sarinah kealun-alun tiba-tiba ada seorang putri ( setingkat SMA) menyeberang jalan, dan tanpa sempat ngerem tahu-tahu roda depan sudah nyenggol anak tersebut, dan anak tersebut terduduk langsung pingsan. Istriku langsung turun untuk memberi pertolongan.
Untung pada saat itu ada tukang becak yang langsung membopong anak tersebut yang dalam keadaan pinsang kebawah jenbatan penyeberangan, dan lebih untung lagi tidak ada polisi padahal kejadiannya dekat pos polisi.
Dengan hati was-was aku berdo'a mudah-mudahan tidak terjadi hal-hal yang gawat.
Oleh istriku anak tersebut digoyang-goyang supaya sadar, tapi tidak sadar-sadar, untuklah ada seorang pengemis (maaf kakinya pincang) mendekat sambil mengatakan supaya memberi nafas buatan dengan mengangkat pinggangnya, dan setelah itu dilakukan ternyata betul anak tersebut langsung sadar dan oleh tukang becak aku disuruh mengambil botol aquar dari becaknya untuk diminumkan pada anak gadis tersebut.
Setelah agak enak anak tersebut saya untuk naik taxi tapi dia menolak, dan yang lebih membebaniku dia mengatakan bahwa dia juga bersalah, inilah mengakuan yang aku trenyuh, padahal jelas-jelas saya yang nubruk dia masih sempat mengatakann seperti itu.
Akhirnya tukang becak saya suruh ngantar kerumahnya yang jaraknya sekitar 400 m dari kejadian sambil saya kasih uang 50.000.
Anak tersebut saya uang 100.000 tapi dia menolak, tapi setelah dipaksa oleh istri saya dia mau menerimanya.
Begitu Tukang becak ngantar anak itu pengemis yang menyuruh membuat nafas buatan saya kasih uang 50.000.
Dari saya bisa mengambil beberapa hikmah :
1. walau saya kehilangan uang ternyata ada rasa kebahagian, padahal banyak orang termasuk saya , begitu mendapat rezeki dari Allah SWT kadang menjadi bakhil, pelit dan medit
2. Jangan pernah menyepelekan tukang becak atau pengemis, karena pada saatt tertentu mereka kita butuhkan.

Semoga pengalaman ini menyadarkan saya untuk selalu ingat pada Allah SWT amiin

Selasa, 02 November 2010

Bacaan Talbiyah

Kupenuhi Panggilan Engkau……Wahai Allah.
Talbiyah antara makna dan hukum syar’i.

لبيك اللهم لبيك لبيك لا شريك لك لبيك إن الحمد ونعمة لك والملك لا شريك لك
Labaik Allahumma Labaaik, labaaik Laa Syarika Laka Labaaik Inal Hamda Wan Ni’mata Laka Wal Mulka La Syarikalah….
Talbiyah yang terus menggema dan mengguruh diseantera tanah haram Makkah dikumandangkan para jamaah haji yang beraneka ragam ras, suku dan bangsa. Sungguh satu pemandangan yang menyentuh hati, pemandangan yang mengharukan dan membanggakan. Bagaimana tidak!? Kaum muslimin yang biasanya berseteru dan berselisih serta berpecah belah dalam kesempatan itu mengumandangkan satu kalimat dan satu ucapan saja. Mereka berpakaian yang sama dan mengucapkan kalimat yang sama “Labaik Allahumma Labaaik, labaaik Laa Syarika Laka Labaaik Inal Hamda Wan Ni’mata Laka Wal Mulka La Syarikalak. Berpakaian putih-putih bagi laki-lakinya dan berpakaian menutup aurat untuk perempuannya, tanpa membeda-bedakan kedudukan dan martabat dunia, bangsa dan suku, ulama dan awam, semuanya bersatu mengucapkan talbiyah menyambut seruan Allah dalam firmanNya:
Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji,niscaya mereka akan datang kepadamudengan berjalan kaki,dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. (Surat Al hajj :27)
Berkata Ibnu Abbas t dalam menafsirkan firman Allah U ini : “Ketika Allah U memerintahkan Ibrahim u untuk mengkhabarkan manusia agar berhajji, Ibrohim berkata:
يا أيها الناس إن ربكم اتحذ بيتًا و أمركم أن تحجوه فاستجاب له ما سمعه من حجر أو شجر أو أكمة أو تراب أو شيئ فقالوا لبيك اللهم لبيك (رواه ابن جرير 17\106)
“Wahai manusia sesungguhnya Rabb kalian telah membangun satu rumah (ka’bah) dan memerintahkan kalian untuk berhaji kepadanya. Lalu menerima panggilan ini apa saja yang mendengarnya dari batu-batuan, pepohonan, bukit-bukit debu atau apasaja yang ada, lalu mereka berkata لبيك اللهم لبيك …… (H.R Ibnu Jarir 17/106)
Demikian juga imam Mujahid –salah seorang murid besar Ibnu Abbas- menafsirkan ayat ini dalam pernyataan beliau: Nabi Ibrohim menyeru manusia (dengan menyatakan): “Wahai sekalian manusia, penuhilah seruan Robb kalian”. Dalam riwayat lain dikatakan: “Sesungguhnya Ibrohim ketika diperintahkan untuk menyeru manusia berhaji, bangkit berdiri diatas maqam dan berkata: “Wahai sekalian manusia, penuhilah seruan Rabb kalian”. Mererka menjawab: “Labaik Labaik”. Maka barang siapa berhaji sekarang ini, maka ia telah memenuhi seruan nabi Ibrohim ketika itu pada nenek moyang mereka. Ibnu Taimiyah berkata: “Kedua riwayat ini dikeluarkan oleh Abu Ya’la AL Maushiliy dengan sanad yang shohih”
Berkata Ibnu Hajar ; ” Berkata Ibnu Abdil Barr: ‘Telah berkata sejumlah para Ulama’: “Makna Talbiyah adalah jawaban panggilan Ibrahim u ketika memberitahukan manusia untuk berhaji”"

Makna Talbiyah
Kata Talbiyah berasal dari bahasa Arab dari kata: ( أَلَبَّ بِالْمَكَانِ) jika mendiami dan tinggal ditempat tersebut. Sehingga makna talbiyah adalah senantiasa bersamanya dan bergantung kepadanya seperti orang yang tinggal dan menetap disatu tempat. Sedangkan talbiyah disini bermakna mengucapkan Labaika Allahumma Labaaik, labaaik Laa Syarika Laka Labaaik Inal Hamda Wan Ni’mata Laka Wal Mulka La Syarikalaka
Talbiyah memiliki makna yang agung, karena memuat tauhid dan kebesaran Allah. Hal ini dapat dilihat dari makna kata-kata dalam talbiyah tersebut, sebagaimana berikut ini:
(اللهم) :Wahai Allah
(لبيك) :Adalah penegas yang memiliki ma’na baru (lebih‎‎), maka saya mengulang-ulang dan menegaskan bahwa saya menjawab atau menerima panggilan Rabb saya dan tetap dalam keta’atan kepada-Nya
(لا شريك لك) :Berma’na tidak ada satupun yang menyekutukan Engkau (Allah) dalam segala sesuatu
(لبيك) :Sebagai penegas bahwa saya menerima panggilan haji tersebut karena Allah, bukan karena pujian, ingin terkenal, ingin harta, dan lain-lain, akan tetapi saya berhaji dan menerima panggilan tersebut karena Engkau saja
(إن الحمد و النعمة لك والملك) :Sesungguhnya saya berikrar dan mengimani bahwa semua pujian dan nikmat itu hanyalah milik-Mu demikikan juga kekuasaan
(لا شريك لك) :Yang semua itu tidak ada sekutu bagimu
Kalau kita mencermati ma’na kata-kata yang ada dalam talbiyah tersebut didapatkan adanya penetapan tauhid dan jenis-jenisnya, sebagaimana disampaikan oleh Jabir berkata:
فَأَهَلَّ بِالتَّوْحِيْدِ
(Rasulullah r bertalbiyah dengan tauhid”)
Hal ini tampak sekali bila kita mentelaah dan memahami makna kata-kata tersebut, lihatlah dalam kata-kata (لبيك اللهم لبيك لبيك لا شريك لك لبيك) meniadakan kesyirikan dalam ibadah, kemudian (والملك لا شريك لك) terdapat tauhid rububiyyah karena kita telah menetapkan kekuasaan yang mutlak hanya kepada Allah U semata. Hal ini juga menuntut seorang hamba untuk mengakui tauhid uluhiyyah, karena iman kepada tauhid rububiyyah mengharuskan iman kepada tauhid uluhiyyah, dan dalam kata (إن الحمد و النعمة لك) terdapat penetapan sifat-sifat terpuji pada zat Allah. Juga menetapkan semua perbuatan Allah U adalah hak. Ini semua merupakan tauhid asma’ dan sifat Allah U.
Kalau demikian, orang yang bertalbiyah dituntut selalu merasakan keagungan Allah dan selalu menyerahkan amal ibadahnya hanya kepada Allah semata, bukan hanya sekedar mengucapkannya tanpa dapat merasakan hakikat dari talbiyah tersebut.

Hukum-hukum seputar Talbiyah
Talbiyah sebagai satu syiar haji memiliki hukum-hukum dan adab yang harus diperhatikan para jamaah haji, agar dapat sempurna dalam menunaikan dan melaksanakannya. Diantara hal-hal tersebut adalah:

1. Bacaan Talbiyah
Adapun bacaan talbiyah yang ma’tsur dalam hadits-hadits Rasulullah r adalah:
a.
لبيك اللهم لبيك لبيك لا شريك لك لبيك إن الجمد ونعمة لك والملك لا شريك لك
b.
لبيك لبيك و سعديك و الخير بيدك و الرغباء إليك و العمل
c.
لبيك اللهم لبيك لبيك لا شريك لك لبيك إن الجمد ونعمة لك
d. Talbiyah yang nomor “a” ditambah kalimat:
لبيك ذا المعارج لبيك ذا الفواضل

2. Kapan memulai Talbiyyah
Talbiyah dimulai setelah berihram, tepatnya ketika akan melakukan perjalanan, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah r dalam hajinya, berkata Jabir t :
حتى إذا استوت به ناقته على البيداء أهل بالحج فأهل بالتوحيد لبيك اللهم لبيك ……
“Rasulullah r mulai membaca talbiyah ketika telah tegak ontanya di al-Baida beliau ihlal (ihram) dengan haji lalu bertalbiyah dengan tauhid, labbaika allahumma labaik ……”

3. Cara membacanya
Talbiyah ini dibaca dengan mengeraskan suara bagi kaum laki-laki sebagaimana perintah Rasulullah r dalam hadits As Saaib bin Kholaad yang berbunyi:
أتنى جبريل فأمرنى أن آمر أصحابى أن يرفعوا أصواتهم بالإهلال أو التلبية
“Telah datang kepadaku jibril dan dia memerintaahkan aku untk memerintahkan sahabat-sahabatku agar mengangkat suara-suara mereka dalam bertalbiyah. “
oleh karena itu para sahabat Rasululloh mengeraskan suaranya dalam bertalbiyah, sebagaimana dikisahkan Abu Haazim:
كَانَ أَصْحَاب رسول الله إذا أحرموا لم يبلغوا الروحاء حتى تبح أصواتهم
Para sahabat rasululloh jika berihrom (bertalbiyah) belum sampai Rauha’ telah serak suara mereka
Hal ini menunjukkan kerasnya mereka bertalbiyah sampai-sampai kehilangan sebagian suara mereka sebelum sampai di kota Makkah.
Namun demikian, tidak disyari’atkan bertalbiyah secara berjamaah, dipimpin seorang imam, sebagaimana tampak jelas dalam praktek sebagian kaum muslimin dimusim haji. Sebab hal ini merupakan kebid’ahan dalam bertalbiyah. Akan tetapi apabila terjadi kebersamaan dalam talbiyah tanpa disengaja dan tidak dipimpin, maka tidak mengapa karena Rasulullah r para shahabatnya bertalbiyah dalam satu waktu, padahal jumlah mereka sangat banyak. Tentunya hal tersebut sangat memungkinan sekali terjadi talbiyah dengan suara yang berbarengan. Ada hal penting yang harus diperhatikan orang yang bertalbiyah dalam mengangkat suara talbiyahnya yaitu jangan sampai mengganggu dan menyakiti dirinya sendiri sehingga tidak dapat terus bertakbir.
Sedangkan untuk wanita tidak disunahkan mengangkat suara mereka bahkan mereka diharuskan untuk merendahkan suara mereka dalam bertalbiyah.

4. Kapan berhenti bertalbiyah.
Para ulama berbeda pendapat dalam penentuan waktu berhenti talbiyah bagi orang yang berumroh atau berhaji dengan tamatu’ menjadi beberapa pendapat :
1. Ketika masuk haram,dan ini pendapat Ibnu Umar,Urwah dan Al Hasan serta mazdhab maliki.
mereka berdalil dengan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan An Nasaai yang lafadznya;
كان ابن عمر إذا دخل ادني الحرم أمسك عن التلبية ثم يبيت بذي طى ويصلى به الصبح ويغتسل ويحدث ان النبي r كان يفعل ذلك
“Ibnu Umar ketika masuk pinggiran haram menghentikan talbiyah kemudian menginap dzi thuwa dan beliau sholat shubuh disana serta mandi dan beliau berkata bahwa Nabipun berbuat demikian”
1. Ketika melihat rumah-rumah .penduduk makkah dan ini pendapat Said bin Al Musayyib
2. Ketika sampai ke ka’bah dan memulai thowaf dengan menyentuh (Istilam) Hajar aswad. Ini pendapat Ibnu Abbas, Atha’, Amr bin Maimun, Thawus, An-Nakha’i, Ats-Tsaury, Asy-Syafi’i, Ahmad dan Ishaq serta mazdhab hanafi.berdalil dengan hadits Ibnu Abbas secara marfu’:
كان يمسك عن التلبية في العمرة إذا اتلم الحجر
“Dia menghentikan talbiyah dalam umoh kalau telah menyentuh (istilam) hajar aswad” dan juga hadits Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya dengan lafazh:
اعتمر رسول الله r ثلاثًا عمر كلها في ذي القعدة فلم يزل يلبي حتى استلم الحجر
“Rasulullah r melakukan umrah tiga kali umrah selruhnya di bulan dzul qa’dah dan terus bertalbiyah sampai menyentuh (istilam) hajar aswad” Dan mereka berkata : karena talbiyah adalah memenuhi panggilan untuk ibadah maka dihentikan ketika memulai ibadah yaitu thawaf. Dan ini pendapat yang dirajihkan oleh Syaikul Islam dan Ibnu Qudamah akan tetapi yang rajih adalah pendapat pertama karena penjelasan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah juga melakukan hal itu,dan itu menunjukkan bahwa Ibnu Umar berlaku demikian karena melihat Rasululloh telah melakukan.,dan ini yang dirajihkan oleh Ibnu Khuzaimah .
Demikian juga para ulama berbeda pendapat dalam hal ini pada haji selain haji Tamatu’ menjadi beberapa pendapat;

1. Menghentikannya ketika berada di Arafah setelah tergelincirnya matahari. Ini pendapat Aisyah, Sa’ad bin Abi Waqash, Ali, Al-Auza’i, Al Hasan Al Bashry dan madzhab malikiyah. Berdalil dengan hadits:
الحج عرفة
“Haji itu adalah wuquf di Arafah”
sehingga bila sampai Arafah berhenti bertalbiyah karena telah sampai kepada inti dan rukun pokok ibadah tersebut. Namun dalil ini sangat lemah karena bertentangan dengan riwayat bahwa Raululloh masih bertalbiyah setelah tanggal 9 Dzuljhijjah.

2 Menghentikannya ketika melempar jumroh aqobah dan ini pendapat jumhur. Namun merekapun masih berselisih menjadi dua pendapat;
a. Menghentikan di awal batu yang di lempar dalam jumroh aqobah dan ini pendapat kebanyakan dari mereka, dengan dalil hadits Al fadl bin Al Abbas
كنت رديف النبي r من جمع إلى منى فلم يزل يلبي حتى رمى جمرة العقبة (رواه الحماعة)
”Aku membonceng nabi dari Arafah ke Mina dan teru meneru bertalbiyah sampi melempar jumroh Aqobah “
dan hadits Ibnu Mas’ud dengan lafadz:
خرجت مع رسول الله r فما ترك التلبية حتى رمى جمرة العقبة إلا أن يخلطها بتكبير أو تهليل.
“Aku berangkat bersama Rasulullah dan beliau tidak mmeninggalkan talbiyah sampai beliau melempar jumrah Aqobah agar tidak tercampu dengan thlil atau takbir”
Pendapat ini dirajihkan oleh Syakhul Islam Inu Taimiyah dan beliau menyatakan: Dan secara ma’na, maka seorang yang telah sampar Arafah- walaupun telah ampai pada tempat wuquf ini- maka dia masih terpanggil setelahnya kepada tempat wukuf yang lainnya yaitu Muzdalifah dan kalau dia telah wukuf di Muzdalifah maka dia terpanggil untuk melempar jumrah, dan kalau telah mmemulai dalam melempar jumrah maka telah selesai panggilannya
b menghentikannya diakhir lemparan dalam jumroh Aqobah dan ini pendapat Ahmad dan sebagian pengikut Syafi’i serta dirojihkan oleh Ibnu Khuzaimah dengan dalil lafadz hadits Fadhl:
أفضت مع النبي r من عرفة فلم يزل يلبي حتى رمى جمرة العقبة يكبر مع كل حصاة ثم قطع التلبية مع آخر حصاة (رواه ابو خزيمة)
“Aku telah keluar bersama Nabi dari Arafah lalu beliau terus bertalbiyah ampai melempar jumroh Aqobah, Beliau bertakbir setiap lemparan batu, kemudian menghentikan talbiyah bersama akhir batu yang dilempar”.
Demikian sebagian hukum seputar talbiyah, mudah-mudahan dapat memberi sedikit tambahan pengetahuan kepada kita semua.
DR. Sholih bin Muhammad Alihasan menyatakan dalam komentar beliau atas kitab Syarhul Umdah karya Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah 2/579 : “Ini dikeluarkan oleh Abdun bin Humaid, Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Haatim dengan sanda-sanad periwayatan dalam tafsir mereka dari Ibnu Abas, Mujahid, ‘Atha’ , Ikrimah, Qatadah dan yang lainnya. Sanad-sanad periwayatan dari mereka ini cukup kuat”.
batu tempat beliau berpijak dalam membangun ka’bah (penukil)

Syarhul Umdah 2/579.
Fathul Bari 3/406
lihat Hajjatun Nabi karya Syeikh Muhammad Nashiruddin AL Albaniy hal 55.
dari hadits Jabir dalam Muslim dan Ibnu Umar dalalm shahih Bukhari & Muslim
(متفق عليه من تلبية ابن عمر)
(عن عائشة رواه البخارى)
Hadits Jabir yang diriwayatkan Imam Muslim
(H.R Muslim)
Hadits diriwayatkan oleh At Tirmidziy 2/163, Abu Daud 5/260 dan Ibnu Majah 2/991 dan dishohihkan Al Albaniy dalam Shohih At Tirmidzi .
Diriwayatkan oleh Said bin Manshur sebagaimana disampaikan Ibnu Hazm dalam Al Muhalla 7/94 dengan sanad yang baik. Lihat Al Wajiiz Fi Fiqhis Sunnah wal Kitabil Aziz hal 242.
Lihat Hajjatun Nabi karya Syeikh AL Albaniy hal 112.
(HR Abu Daud,At Tirmidzy daan Al Baihaqy dan dilemahkan oleh Al Albany dalam Irwa’ 4/297
(H.R Ahmad dan Baihaqi denan sanad yang lemah karena ada Hajaaj bin Abdullah bin Arthah dan dilemahkan oleh AL-Albanny dala Irwa’ 4/297)
15 Syarah Umdah 2/461
16 Al-Mughny 5/256
17 Shahih Ibnu Klhuzaimah 4/205-207
HR jama’ah
(HR Thohawi dan Ahmad dan sanadnya dihasankan oleh Al Albani dalam Irwa’, /2966).
(Majmu’ Fatawa 26/173)
(HR Ibnu Khuzaimah dalam Shohihnya dan beliau berkata :” ini hadit hahih yang menafsirkan apa yang belum jelas dalam riwayat- riwayat yang lain)

Sarat Qurban

Ketentuan-ketentuan :

ORANG YANG DISYARIATKAN BERQURBAN

Orang yang disyariatkan bequrban adalah orang yang mampu melaksanakan qurban. Memang ada dua pendapat tentang syariat qurban ini, pendapat pertama mewajibkan, inilah pendapat yang dianut oleh Imam Hanafi. Pendapat yang kedua menyatakan bahwa hukum berqurban adalah sunnah muakkadah. Tapi inti dari kedua pendapat ini adalah bahwa berqurban disyariatkan kepada orang yang mampu, berdasarkan hadits Rosulullah SAW Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda :

”Siapa yang memiliki kelapangan tapi tidak menyembelih qurban, janganlah mendekati tempat shalat kami”. (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim menshahihkannya).

Adapun yang tidak mampu tidak disyariatkan berqurban, bahkan merekalah yang berhak menerima daging qurban.


WAKTU PELAKSANAAN QURBAN

Waktu pelaksanaan qurban adalah setelah dilaksanakannya shalat ‘ied berdasarkan sabda Rosulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim :

“Barang siapa menyembelih sebelum shalat hendaklah menyembelih sekali lagi sebagai gantinya, dan siapa yang belum menyembelih hingga kami selesai shalat maka menyembelihlah dengan bismillah".

Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda :

"Sesungguhnya pekerjaan pertama yang harus kita awali pada hari kita ini adalah shalat, kemudian kita pulang lalu menyembelih qurban. Barangsiapa yang berbuat demikian, maka ia telah melaksanakan contoh kami dengan tepat dan barangsiapa yang menyembelih qurban sebelum shalat, maka ia hanya memberikan daging biasa kepada keluarga; sedikitpun tidak bersangkut paut dengan ibadah penyembelihan qurban." (HR. Muslim).

Adapun masa diperbolehkannya melaksanakan qurban adalah selama hari-hari tasyriq, yaitu dua hari setelah hari adha, berdasarkan hadits Rosulullah dari Jubair bin Mut�im bahwa Rosul shallallahu �alaihi wa sallam bersabda :

“Pada setiap hari-hari tasyriq ada sembelihan".(Dikeluarkan Imam Ahmad dan Ibnu Hibban dalam shahihnya dan Al-Baihaqi).

Di dalam Al-Muwatha� dari Ibnu Umar, Rosulullah bersabda : “berqurban dua hari setelah hari Adha”.

JENIS-JENIS HEWAN QURBAN

Hewan yang disyaratkan dalam pelaksanaan ibadah qurban tidak semua jenis hewan, tapi hanya hewan ternak yang terdiri dari kambing dan yang sejenis, sapi dan yang sejenis, dan unta.

JUMLAH HEWAN YANG DIQURBANKAN

Tidak ada keterangan yang menyatakan adanya ketentuan dalam jumlah hewan qurban, sehingga jumlah hewan qurban tidak ada pembatasan dan penyembelihan hewan qurban disesuaikan dengan kemampuan.

KETENTUTAN JUMLAH ORANG DALAM BERQURBAN

Islam telah menentukan ketetapan jumlah orang dalam berqurban sebagaimana yang dijelaskan dalam sabda Rosulullah SAW. Untuk kambing hanya diperbolehkan satu orang saja yang menjadi pequrban dan tidak boleh berpatungan dengan yang lainnya. Sedangkan sapi dan sejenisnya serta unta diperbolehkan berpatungan dengan jumlah tujuh orang. Hal ini berdasarkan hadits Rosulullah SAW :

“Kami menyembelih hewan pada saat Hudaibiyah bersama Rasulullah SAW. Satu ekor badanah (unta) untuk tujuh orang dan satu ekor sapi untuk tujuh orang”.(HR. Muslim, Abu Daud dan Tirmizy)

Dalam hadits lain disebutkan :"Seseorang laki-laki menjumpai Rasulullah saw. dan berkata, "Saya harus menyembelih Badanah (Sapi/Unta) dan saya memang seorang yang mampu, tetapi saya tidak mendapatkan Badanah itu untuk dibeli dan disembelih," Rasulullah saw. kemudian menyuruh laki-laki itu membeli 7 ekor kambing untuk disembelihnya (HR. Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Abbas).

Demikian juga dalam riwayat Muttafaq �alaih dari Jabir, ia berkata : "Aku disuruh Rasulullah saw. bersekutu dalam seekor unta dan sapi untuk tujuh orang satu ekor badanah (sapi/unta)" (HR. Ahmad Bukhari dan Muslim), dan masih banyak riwayat lainnya yang menjelaskan masalah ini.

Hadits-hadits tersebut menerangkan bahwa hewan jenis sapi dan sejenisnya serta unta diperbolehkan berpatungan dengan jumlah tujuh orang. Sedangkan hewan jenis kambing tidak ada keterangan yang menyatakan boleh lebih dari satu orang. Karena itu para fuqaha sepakat bahwa kambing dan yang sejenisnya tidak boleh disembelih atas nama lebih dari satu orang. Kalau pun dibolehkan berqurban kambing dengan peserta lebih dari dari satu orang, maka harus merupakan keluarganya.

Misalnya Al-Hanabilah dan Asy-Syafi�iyah yang membolehkan seseorang berqurban seekor kambing untuk dirinya dan untuk keluarganya. Hal ini karena Rasulullah SAW memang pernah menyembelih seekor kambing qurban untuk dirinya dan untuk keluarganya

Hal ini juga disepakati oleh Imam Malik, bahkan beliau membolehkan bila anggota keluarganya itu lebih dari tujuh orang. Namun ada beberapa syarat :

1. pesertanya adalah keluarga
2. diberi nafkah olehnya dan
3. tinggal bersamanya.

Dalil dari pendapat tersebut adalah sebuah hadits yang menyatakan bahwa Atha bin Yasar berkata : "Aku bertanya kepada Abu Ayyub Al-Anshari, bagaimana sifat sembelihan di masa Rasulullah, beliau menjawab: jika seseorang berqurban seekor kambing, maka untuk dia dan keluarganya. Kemudian mereka makan dan memberi makan dari qurban tersebut." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Malik, Al-Baihaqi dan sanadnya hasan, lihat Ahkamul Iedain hal. 76).

KETENTUAN PENYEMBELIHAN HEWAN QURBAN

Ada beberapa ketentuan dalam penyembelihan hewan qurban :

1. Niat berqurban karena Allah semata
Hal yang terpenting dalam proses ibadah qurban adalah niat. Niat adalah sesuatu yang asasi dalam ibadah qurban dan ibadah-ibadah lainnya. Dengan niat ibadah seseorang diterima, dan dengan niat pula ibadah seseorang ditolak oleh Allah SWT. Bila niat kita berqurban dalam rangka taat kepada Allah dan menjalankan perintahnya, maka insya Allah ibadah qurban kita diterima disisi Nya. Sebaliknya jika niat kita berqurban dalam rangka yang lainnya, misalnya karena ingin dipuji, atau malu kalau tidak melaksanakan ibadah qurban, atau qurban yang dipersembahkan untuk selain Allah, maka qurban-qurban tersebut tidak ada manfaatnya dan tidak diterima disisi Allah.

2. Ketika menyembelih mengucapkan asma Allah
"Dari Anas bin Malik, ia berkata: Bahwasanya Nabi saw menyembelih dua ekor kibasnya yang bagus dan bertanduk. Beliau mengucapkan basmallah dan takbir dan meletakkan kakinya di samping lehernya."(HR. Bukhari, Muslim dan lainnya).

Berkata Rafi bin Khadij, ya Rasulullah bahwa kami besok akan berhadapan dengan musuh dan kami tidak mempunyai pisau (buat menyembelih). Maka Nabi saw. bersabda, "Apa saja yang bisa mengalirkan darah dan disebut dengan nama Allah padanya maka kamu makanlah (HR. Jama’ah)

3. Menyembelih dengan pisau yang tajam
Telah berkata Ibnu Umar, bahwa Rasulullah saw. memerintahkan supaya pisau itu ditajamkan dan supaya tidak ditampakkan kepada binatang-binatang dan beliau bersabda, "Apabila seorang daripada kamu menyembelih maka hendaklah ia percepat kematiannya" (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

4. Disembelih tepat dikerongkongan/ leher
Telah berkata Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw pernah mengutus Budail bin Warqa Al-Khuza’i dengan naik unta yang kehijau-hijauan supaya berteriak di jalan-jalan Muna (dengan berkata) : “ketahuilah bahwa sembelihan itu tepatnya di kerongkongan/lehernya”. (H.R. Daruquthni).

5. Disembelih oleh muslim
Ibadah qurban adalah ibadah yang diperintahkan dan disyariahkan oleh Allah kepada kaum muslimin dan tidak dibebankan kepada selain mereka, karena perintah ini berhubungan dengan masalah keyakinan dan kepercayaan. Karena umat Islam dalam menjalankan perintah ini didasari oleh ketaatan kepada perintah Allah. Dan dasar dari ketaatan ini adalah keyakinan dan kepercayaan kepada sesuatu yang dipercayai dan diyakininya, dalam hal ini adalah Allah SWT. Jadi bagaimana mungkin orang yang tidak meyakini dan mempercayai Allah melaksanakan apa yang diperintahkan Allah?

Begitupun dengan penyembelihan harus dilaksanakan oleh orang Islam karena ibadah qurban adalah ibadahnya kaum muslimin dan semua proses ibadah dari awal sampai akhir harus dilakukan oleh kaum muslimin. Disamping itu, penyembelihan juga terkait dengan penyebutan asma Allah yang disebutkan oleh penyembelih, jika yang melakukan penyembelihan bukan orang Islam yang notabene mereka tidak mempercayai Allah, asma Allah mana yang mereka sebutkan, sedangkan mereka sendiri tidak mempercayai Allah?. Untuk itu, penyembelihan hanya dapat dilakukan oleh kaum muslimin, Karena masalah ini terkait dengan dua hal yang telah disebutkan diatas, yaitu kepercayaan dan penyebutkan asma Allah.

6. Tunggu ternak tersebut sampai mati sempurna
Jika hewan qurban telah disembelih, maka biarkanlah hewan tersebut sampai mati dan jangan dikuliti atau dipotong anggota tubuhnya sebelum benar-benar mati. Karena jika hal ini dilakukan akan menyiksa hewan tersebut, dan ini adalah hal yang dilarang.

7. terputus urat leher, yaitu Hulqum (jalan napas), Mari� (jalan makanan), Wadajain (dua urat nadi dan syaraf).

Telah berkata Ibnu Abbas dan Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. telah melarang syarithatusy-syaitan yaitu (sembelihan) yang disembelih hanya putus kulitnya dan tidak putus urat lehernya (H.R. A. Dawud)

KETENTUAN-KETENTUAN LAIN
Bagi yang Memiliki Qurban, jangan Memotong Rambut dan Kukunya setelah Masuknya 10 Dzul Hijjah hingga Dia Berqurban

"Dari Ummu Salamah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda: "Apabila kalian melihat hilal bulan Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian hendak menyembelih, maka hendaknya dia menahan (yakni tidak memotong, pent) rambut dan kukunya."(HR. Muslim).

Imam Nawawi berkata: "Maksud larangan tersebut adalah dilarang memotong kuku dengan gunting dan semacamnya, memotong rambut; baik gundul, memendekkan rambut,mencabutnya, membakarnya atau selain itu. Dan termasuk dalam hal ini, memotong bulu ketiak, kumis, kemaluan dan bulu lainnya yang ada di badan (Syarah Muslim 13/138)."

ORANG YANG MELAKUKAN PENYEMBELIHAN TIDAK BOLEH DIBERI UPAH DARI HEWAN QURBAN

Apabila penyembelihan dilakukan oleh orang lain atau tukang potong dan perlu diberi upah, maka upah itu tidak boleh diambil dari hewan qurban tersebut, misalnya upah tukang potong adalah kepala kambing atau kulit kambing dan sebagainya. Jika penyembelih atau pemotong hewan tersebut termasuk orang yang berhak menerima daging qurban, itu adalah hal lain. Jika orang itu berhak menerima daging qurban, apakah ia sebagai penyembelih atau bukan, ia tetap berhak mendapatkannya. Ia mendapatkan daging qurban itu bukan sebagai penyembelih, tetapi sebagai orang yang berhak. Dalam suatu hadits dinyatakan :

"Saya diperintah oleh Rasulullah saw untuk menyembelih unta-untanya, membagi-bagikan kulit dan dagingnya dan saya diperintahkan agar tidak memberikan sesuatupun daripadanya kepada tukang potong." (HR, Jamaah).

Dalam hadits lainnya dari Ali bin Abi Thalib ra, ia berkata :
"Rasulullah saw memerintahkan aku untuk menyembelih hewan qurbannya dan membagi-bagi dagingnya, kulitnya, dan alat-alat untuk melindungi tubuhnya, dan tidak memberi tukang potong sedikitpun dari qurban tersebut." (HR. Bukhari Muslim).

Begitupun daging sembelihan, kulit, bulu dan yang bermanfaat dari qurban tersebut tidak boleh diperjualbelikan menurut pendapat jumhur ulama.

BERSEDEKAH DARI HEWAN QURBAN, MEMAKAN DAN MENYIMPAN DAGINGNYA

Orang yang berqurban boleh memakan sebagian daging qurbannya, hal ini dinyatakan dalam firman Allah SWT :

"Supaya mereka mempersaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah SWT pada hari yang ditentukan (Hari Adlha dan Tasyrik) atas rizki yang Allah SWT telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian daripadanya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir." (QS. Al-Hajj : 28).

Bagi yang menyembelih disunnahkan makan daging qurbannya, menghadiahkan kepada karib kerabatnya, bershadaqah pada fakir miskin, dan menyimpannya untuk perbekalan atau simpanan. Rosulullah saw bersabda :

"Makanlah, simpanlah untuk perbekalan dan bershadaqahlah."(HR.Bukhari Muslim).

Syarat-syarat :
1. Cukup Umur
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir bahwasannya Rasulullah saw bersabda., "Jangan kamu menyembelih untuk qurban melainkan yang �mussinah� (telah berganti gigi) kecuali jika sukar didapat, maka boleh berumur satu tahun (yang masuk kedua tahun) dari kambing/domba” (HR. Muslim)

Hadits lain dari Jabir, ia berkata: Rasulullah saw bersabda:
“Janganlah kalian menyembelih kecuali musinnah, akan tetapi jika kalian merasa berat hendaklah menyembelih Al-Jadz’ah" (HR. Muslim dan Abu Daud).

Syaikh Al-Albani menerangkan :
- Musinnah yaitu jenis unta, sapi dan kambing atau kibas. Umur kambing adalah ketika masuk tahun ketiga, sedangkan unta, masuk tahun keenam.
- Al-jazaah yaitu kambing atau kibas yang berumur setahun pas menurut pendapat jumhur ulama (Silsilah Ad-Dlaifah 1/160).

Salah satu hikmah dan manfaat disyariatkannya hewan qurban yang cukup umur adalah bahwa hewan qurban yang cukup umur akan menghasilkan daging yang berprotein tinggi dengan kadar asam amino yang lengkap, mudah dicerna, begitu pula teksturnya empuk.sedangkan ternak yang belum cukup umur akan menghasilkan daging yang lembek begitu pula yang telah tua sekali akan menghasilkan daging yang alot, sulit dicerna serta tidak berlemak yang menyebabkan rasa daging tidak lezat.

2. Sehat, tidak sakit, hilang atau cacat sebagian tubuhnya
Binatang yang akan disembelih untuk ibadah qurban adalah binatang yang sehat, dan tidak boleh binatang yang sakit, cacat, atau hilang sebagian tubuhnya, seperti kambing yang kurus, lemah, tidak berlemak, buta sebelah matanya, pincang, terpotong telinganya atau bagian tubuh lainnya.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits : "Tidak bisa dilaksanakan qurban binatang yang pincang, yang nampak sekali pincangnya, yang buta sebelah matanya dan nampak sekali butanya, yang sakit dan nampak sekali sakitnya dan binatang yang kurus yang tidak berdaging." (HR. Tirmidzi).

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan disahihkan oleh Tirmidzi dari Bara bin Azib bahwasannya Rosulullah saw bersabda.: “Empat macam binatang yang tidak sah dijadikan qurban yaitu, yang rusak matanya, yang sakit, yang pincang, yang kurus dan tidak berlemak lagi."

Juga riwayat Ahmad, An-Nasai, Abu Daud At-Tirmidzi dan Ibn Majah dari Ali ra yang menyatakan, "Rasulullah saw mencegah kita berqurban dengan hewan yang tercabut tanduknya, terputus sebagian kupingnya"

Dari ketentuan-ketentuan diatas, bila dikaji, hewan qurban yang sehat akan menghasilkan daging yang bebas dari penyakit yang membahayakan kesehatan manusia yang mengkonsumsi daging tersebut karena banyak di antara penyakit hewan yang bersifat zoonosis artinya penyakit yang berasal dari hewan yang hasilnya secara langsung ataupun tidak langsung dapat menular kepada manusia. Jenis-jenis penyakit tersebut seperti mad cow atau sapi gila, anthrax, dan juga flu burung yang pada saat ini sedang mewabah dan sudah banyak korban.

Minggu, 17 Oktober 2010

Lagu Guru

Guru


Kita jadi bisa menulis dan membaca karena siapa

Kita jadi tau beraneka bidang ilmu dari siapa

Kita jadi pintar dididik pak guru

Kita bisa pandai dibimbing bu guru

Gurulah pelita penerang dalam gulita

Jasamu tiada tara…….



Lirik lagu Guru ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 terbaru.

Senin, 25 Mei 2009

Coban Pelangi

Malang, tepat jam 06.20 saya dan istri berangkat menuju Tumpang Lewat jalur tengah atau Madyopura, 15 menit kemudian kami sudah sampai di Tumpang, dari pertigaan belok kanan sedikit langsung belok kiri lurus menuju coban Pelangi ( patokan arah ke coban sudah ada petunjukknya ) jam 07.25 kami sudah sampai kebetula pintu masuk masih tutup tapi kami langsung menuju coban yg jalannya tajam menurun sehingga kita harus hati-hati.
kurang lebi 20 menit kami sudah sampai langsung makan bungkusan yang kami bawa dari rumah
Setelah menikmati pemandangan coban yang menakjubkan kami langsung nah disini jalannya naik tajam sehinggga kami terpaksa harus berhenti beberapa kali.
Dipintu keluar kami dicegat penjaga karcir 3100/orang + 1500 untuk parkir sepeda.
Keluar pintu gerbang kami mencoba naik mengikuti jalan sampai didepan gapura yang ada tulisan Taman nasional Semeru Tengger, sebetulnya dari sini kami ingin langsung ke Bromo yang jaraknya sekitar 30 Km, cuma karena persiapan kami kurang terpaksa kami batalkan, dan langsung cabut menuju kota malang

Jumat, 22 Mei 2009

Gunung Pananjakan Minggu 17 Mei 2009

Gunung Pananjakan Minggu 17 Mei 2009
Setelah sholat subuh tepat jam 05.15 berangkat dari rumah bersam istri mengendarai sepeda motor shogun 2001.
sekitar 30 menit mengisi bensin di Lawang, kemudian langsung masuk kecamatan Purwodadi Pasuruan menuju arah Nongkojajar dengan melalui 2 desa jaitu cowek dan Geboh sampai di Nongkojajar istirahat sejenat sambil sarapan pagi dengan masing-masing 1 piring rawon , empal + 3 tempe dan 2 gelas teh hangatyang harganya sangat murah banget yaitu Rp 12.000,-, jam 07.00 kami suami istri melanjutkan perjalanan menuju Tosari dengan melalui kurang lebih 2 atau 3 desa, dari Tosari langsung menuju Wonokitri desa terakhir menuju Penanjakan.
Sampai Digunung Pananjakan jam 08.45 alhamdulillah semua keletihan hilang tersihir oleh keindahan alam yang menakjubkan.
Kurang lebih satu jam kami langsung kembali kekota malang tepatnya di Sawojajar Malang tepat jam 12.15 langsung nonton TV.

Disini kami membuktikan semangat mengalahkan ketakutan, keraguann ataupu kekhawatiran
bersambung.......